Minggu, 12 Juni 2011

Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskan duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Sedangkan pria lainnya, harus berbaring lurus di tempat tidur.




Setiap sore hari mereka saling bercakap-cakap, dan pria yang harus duduk di tempat tidurnya dekat jendela mulai menceritakan tentang apa saja yang ada di luar jendela sana kepada rekannya yang harus berbaring di tempat tidur. Dan, pria itu berkata,”di luar jendela tampak sebuah taman cantik, anak-anak bermain riang dan beberapa pasangan berjalan bergandengan tangan dengan romantis.” Pria yang pertama menceritakan dengan detail dan pria yang lain memejamkan mata membayangkan itu semua. Setiap harinya pria yang duduk di dekat jendela itu selalu menceritakan keindahan yang ada di luar sana.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat dan ternyata pria yang duduk tersebut telah meninggal, mendengar hal itu pria yang berbaring sangat sedih. Kemudian pria yang kedua ini meminta kepada perawat untuk memindahkan dia ke tempat pria yang telah meninggal pria tadi. Dengan rasa sakit dan penasaran, ia paksakan untuk duduk, namun yang ia lihat hanyalah sebuah tembok, ia merasa terheran-heran. Ia menanyakan kepada perawat, apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah dibalik jendela itu. Perawat itu menjawab, sebenarnya pria itu adalah buta, barangkali ia bercerita itu untuk memberimu semangat hidup.

Renungan
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir dan bertindak. Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu member kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun menyampaikan kebahagiaab akan melipatgandakan kebahagian itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar