Minggu, 12 Juni 2011

Kita Berbeda & Punya Talenta

Bismillah....






kenyamanan adalah ketika hati merasa damai...kenyamanan ialah di saat kejujuran itu tak menjadi suatu masalah yang besar, namun justru sebaliknyakenyamanan itu adalah bagian dari separuh jiwa yang merasa aman dan bahagia....dan itu dapat teraih ketika jujur menjadi panduan utama selama hayat masih di kandung badan, insya Allah. Amin :)



Sebelumnya, Ana juga mengucapkan terimakasih banyak dari hati Ana yang terdalam, untuk bapak, ibu, sahabat dan adek semuanya yang mau bergabung dengan PH Ana ini, semoga tulisan – tulisan yang Ana angkat untuk kita pelajari bersama di sini dapat menambah ilmu pengetahuan, bermanfaat, dan juga dapat menghibur hati kita. Untuk adiku dan teman – teman yang ku sayangi karena-Nya..., terimakasih untuk dukungan dan semangat yang diberikan pada saya untuk selalu menulis, dan semoga tulisan kali ini bisa membuat adik – adik menemukan jawaban, siapa diri kita sebenarnya? Begitupun untuk rekan PH semua yang umurnya di atas Ana, atupun setara dengan umur Ana, insya Allah oke lanjut yah... ^_^


Berhasil dengan menjadi diri sendiri, Mampukah kita ? Sanggupkah kita?

Kita tak dapat mengetahuinya sebelum kita mencoba.Apa jawaban kita jika ada seseorang bertanya siapa Anda? Mungkin akan banyak dari kita yang menjawab Nama, status sosial, atu bahkan status biologis dalam keluarga. Tapi jawaban yang diberikan oleh pertanyaan itu sendiri bukanlah hal yang demikian. Cobalah bertanya pada diri kita, siapa kita sebenarnya? Ana mengangkat tema kali ini karena Ana mau berbagi dan mengajak sahabat sekalian untuk lebih mengenali hati kita, jiwa kita, pribadi kita dan siapa diri kita sesungguhnya? Sudahkah Kita menemukannya? Mari kita bersama belajar untuk lebih dekat lagi dengan diri kita. Setuju? :)


Tuhan telah menciptakan manusia secara berbeda, karena dengan perbedaan yang dapat kita pelajari dan kita pahami secara rinci, kita syukuri semua itu akan terlihat & terasa indah. Namun tak jarang juga akibat dari perbedaan itu sendiri melahirkan ganjalan – ganjalan hati yang ujungnya berakhir tidak baik, hmm apa itu ya? Kita akan merasa minder dengan teman / orang lain yang jauh lebih hebat dan lebih istimewa dari pada diri kita, kepercayaan terhadap diri ini akan terkikis karena kita merasa rendah, ini namanya “pembunuhan kepercayaan diri sendiri” ( jadi ngomongin diri sendiri nih..) huehehehehe, Gubrakksss :D . Tapi sahabatku, jika di sekitar kita pun dapat mengembangkan diri mereka, kenapa kita tidak? Come on guys...we have the ability !! Kita punya kemampuan untuk menjadi diri kita sendiri, dan mengembangkannya. Believe me... ;).


Kenapa Ana mengatakan “kenyamanan ialah disaat kejujuran itu bukan suatu masalah yang besar”?

Karena masih banyak dari diri kita yang memalsukan dirinya sendiri untuk menjadi yang terbaik, padahal yang baik itu pun dengan cara – cara yang berkah loh..., (catet yuk..) Menjadi yang terbaik itu bukan berarti kita harus berbohong dengan diri sendiri, kita memalsukan citra khas pribadi kita agar terlihat baik di mata masyarakat umum, atu bahkan kita melakukan yang menurut kita itu bukan diri kita yang sebenarnya, so....for what? Pikir lagi yuk..., Kenapa harus malu dengan diri sendiri? Kita punya kelebihan dan ciri khas masing – masing. Kita memang berbeda, karena perbedaan itu mengindahkan kehidupan kita. Mari kita bersama – sama menjadikan keberhasilan, kecemerlangan hidup orang lain di sekitar kita menjadi sebuah motivasi kita untuk berkembang, tenatu saja berkembang dengan apa adanya diri kita, buatlah diri ini merasa nyaman, dengan kejujuran itu sendiri. Apakah kita rela tersiksa hanya karena melakukan apa yang sebenarnya kita tidak suka? Kita tidak merasa nyaman dengan hal itu? Tidak bukan? Tapi di sini dalam tanda kutip hal – hal yang positif loh yah?! :) jadi bukan berarti juga kalu kita malas, atupun lemah, kita merasa “ yah inilah diriku apa adanya...” weleeeh kalu seperti itu bukan apa adanya, tapi itu namanya membiarkan diri sendiri tenggelam dalam kemalasan, dan hal yang seperti itu bernilai negatif dari segi manapun.


Pernahkah mendengar orang bijak berkata :


“ Kelemahan itu akan menjadi sumber kekuatan kita untuk bertahan hidup jika kita mau menjadikannya sebagai hal yang berpengaruh besar dalam pengembangan diri kita”.

dan ....

" tidak ada yang lebih nyaman dari hati nurani..."


( Mario Teguh) .





Saya setuju dengan pemaparan BapakMario di atas, dan kita ga akan pernah tahu jika kelemahan itu kita biarkan melemahkan diri kita, bukan sebaliknya. :) bagaimana dengan Anda? yuk.. sama - sama tanya lagi hati nuraninya...:)







Terkadang kita merasa bingung, bimbang, dan hal ini mungkin sering terjadi pada adik – adik yang dalam masa pubernya, banyak keunggulan di sekitarnya yang menjadikan kita terkesima, membuat kita ingin menjadi layakanya seperti mereka. Popular, disenangi banyak orang karena cerdas, karena unggul dalam kesenian, agama, sosial, dan lain sebagainya, mampukah kita seperti mereka, Insya Allah kita mampu. Dan kita tidak perlu menjadi diri orang lain atupun menyamai seseorang tersebut agar kita disenangi banyak orang, kita tidak perlu mengubah seluruh gaya hidup kita supaya orang lain mengistemewakan kita, kita tidak perlu itu, dan sama sekali tidak membutuhkan hal yang demikian.



Percayalah..., kita dapat berkembang dengan diri kita sendiri. Memangnya kita mau merubah seluruh gaya hanya karena orang lain? Sementara kita tidak memperhatikan apa kata hati kita, diri kita, nyamankah? Ana hanya menyarankan, jangan sampai kita menjadi orang yang munafik terhadap diri sendiri, bohong atas kemauan kita sendiri.Memalsukan apa yang harusnya ada menjadi tidak ada, Nauzudbillah, jangan yah guys?! Karena sampai kapan pun kita tidak pernah bisa sama, kita berbeda dengan satu sama lainnya. Yuk...belajar untuk jujur pada hati kita sendiri, pupukkan rasa percaya diri pada hati kita, bahwa kita berbeda dan kita sanggup untuk melakukan hal yang baik, tanpa harus menghapus citra diri yang sejatinya sudah melekat pada kita.


Lakukanlah hal yang membuat kita mengatakan bahwa “ inilah aku, aku yang pada adanya, yang selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, aku yang selalu merasa nyaman dengan diriku sendiri, aku yang merasa damai dengan kejujuran hati”. Percayalah dengan diri kita sendiri & berusaha untuk jujur kepada diri sendiri, dan adakah kepercayaan jika tidak ada kejujuran? Dan bagaimana jika kita ingin dipercaya? Jika kita sendiri saja tidak jujur? Dan bagaimana kita ingin jujur terhadap orang lain ? Sementara kita tidak bisa jujur terhadap diri sendiri, mari kita renungkan kembali. :)



Boleh dan wajar saja kita mengidolakan seseorang yang sukses dan berhasil dengan bidang yang digelutinya, atu bahkan kita pun suka dan mencintai hal yang sama dengan orang tersebut. Tapi bukan berarti kita mengharuskan karakter diri ini menjadi seperti mereka, kita boleh menirunya, tapi di sini meniru dalam tanda kutip ialah proses, apa yang menjadikan ia sukses? Bagaimana caranya agar selalu tampil baik dan melakukan yang terbaik? Mengapa harus seperti demikian?. Banyak pengusaha yang sukses, yang merintis kariernya dari kesederhanaan, dari kepercayaan terhadap dirinya, dari kemampuan yang ia asah dan ia kembangkan dari bawah. Subhannallah, Ana sering melihat hal yang demikian. Yang Berhasil namun tetap rendah hati, tetap sederhana dengan dirinya, tetap memiliki ciri khas pada citra dirinya. Dan ia berbeda dengan yang lainnya. Jujur Ana salut seklai terhadap beliau – beliau itu. Apa kita ga mau kek gitu? Mau kan? Mau donk.., tapi maunya juga dengan niat yang dilakukan dengan usaha yang sungguh – sungguh.



Mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan yang Maha Pencipta itu adalah kewajiban kita sebagai umat-Nya.
Nobody is Perfect and Everyone is Differentwith the Talent they have.








Kehidupan ini Luas, Bebas untuk mengekspresikan segala apa yang kita punya. Hidup ini Indah dan penuh warna, coba kita lihat Alam ini.. adakah mereka saling iri dan menginginkan satu sama lain untuk “sama”? Ku rasa tidak, Tuhan menciptakan segala perbedaan itu untuk melengkapi, lihatlah fajar di pagi hari, senja sore di ufuk barat hingga malam yang berbintang dan cerah karena cahya bulan dan seterusnya terulang lagi, indah bukan? Semua memiliki keunggulan dalam waktunya sendiri. Apakah ada alasan kita tidak mensyukuri semua Anugerah ini kepada Tuhan?



So sahabatku yang juga memiliki talenta...
percayalah, bahwa berusaha lebih jujur terhadap diri sendiri itu adalah kunci utama untuk kita meraih kebaikan. Tak perlu kita mengikuti apa yang harusnya tidak kita lakukan, karena perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, dan tentu saja hal itu kita lakukan dengan niat yang tulus, yang ikhlas. Tuhan Maha Memahami dan Mengerti. Dan Dia Maha Menghargai, jika orang – orang di sekitar kita tak bisa menghargai usaha kita yang kita rintis, yang kita bangun dengan kita menjadi diri sendiri, dengan kita lebih jujur lagi, ingatlah bahwasannya kita lebih dimuliakan jika kita melakukan kebaikan dan perubahan itu untuk diri kita dan jujur agar mencapai cinta dan kasih Tuhan. Jika Tuhan pun mencintai kita, maka semua makhluk yang ada di semesta ini akan diperintahkan-Nya untuk menyayangi kita. Insya Allah. :)



So sahabatku yang sama berjuang demi keberhasilan nya....
Jadilah diri sendiri, jangan siksa diri kita untuk melakukan hal yang memang itu membuat kita tidak nyaman. Terlambat? Ana fikir, tak ada kata terlambat jika kita berniat untuk mengubah diri memperbaharui pribadi demi kebaikan bersama. Sikap“jujur” bagi Ana sendiri ialah kunci kesuksesan manusia di dunia atupun akhirat nanti. Dan kenalkan lah pada dunia siapa diri kita sebenarnya, Suarakan pada Alam yang Indah dengan berbagai waktu-Nya bahwa kita berbeda, dan kita juga punya talenta. :) oke? Setuju? Semangat yah..., semoga kita bisa, Amin... ^_*



Sekian dari Ana, semoga bermanfaat bagi sahabat PH, dan tentu juga nasehat ini berlaku bagi penulisnya, :).., mohon maaf jika ada kesalhan kata dan kalimat di dalamnya. Maturnuwun...:)


“there is nothing better for life but we can maintain the honesty of life it self”,
insya Allah....^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar