Minggu, 12 Juni 2011

Sang Burung Dara Yang Terluka...

Seekor burung dara mencoba pergi meninggalkan sarang dan sang Tuan pemeliharanya. Sang burung dara terbang kesana-kemari. Terkadang terbang ditengah badai. Terkadang terbang ditengah taman. Hinggap dari satu dahan ke dahan yang lain. Suatu ketika sayapnya terbidik senapan dan terluka. Sang burung dara tersangkut disuatu dahan dalam usahanya bertahan, lukanya berdarah dan menganga. Tak sengaja datang seekor burung lain yang berbisik dan seolah-olah ingin mengobati lukanya.

Oh malangnya sang burung dara…
Lukanya hanya diberi bius yang menghilangkan sakitnya hanya sementara saja..
Oh malangnya siburung dara, burung penolong itu menipunya…
Oh malangnya si burung dara…
Lukanya bertambah parah, makin berdarah dan menganga..
Oh malangnya sang burung dara, burung penolong menipunya..


Sang burung dara terlupa bahwa dia memiliki Tuan pemelihara yang tak akan pernah menipunya..
Sang burung dara lupa bahwa dia memiliki Tuan yang memeliharanya dengan sebaik-baiknya..
Sang burung dara terlupa dan pergi dari sarangnya berharap mendapat kesenangan hidup ditengah badai sendiri tanpa bantuan Tuannya…

Namun malangnya sang burung dara…
Dia terluka dan terluka…
Lalu tertatih-tatih kembali ke rumah Tuan pemeliharanya….
Sang Tuan yang sangat menyayanginya sangat tahu apa yang terbaik untuknya dan mengobati lukanya, mengurus segala kebutuhannya dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.
Maka kini beruntunglah sang burung dara karena Tuan pemeliharanya yang tak akan pernah meninggalkannya..
Sayapnya kembali utuh, lukanya sembuh dan kembali berkepak indah seindah kapas yang tertiup angin…


Renungan : Pernahkah mencoba melupakan Tuhan yang Maha Menjaga dan Memelihara, meminta pertolongan orang lain dan mengabaikan pertolonganNya? Pernahkah kita berhianat kepada Tuhan???
Semoga saja tidak teman…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar